Apa Itu Literally? Pengertian, Penggunaan, dan Contoh dalam
Pernahkah Anda mendengar kata literally dalam percakapan sehari-hari atau di media sosial dan bertanya-tanya, “apa itu literally?” Kata ini memang cukup populer, terutama di kalangan anak muda dan dalam bahasa Inggris yang digunakan sehari-hari. Namun, makna dan penggunaannya sering membingungkan, bahkan menjadi bahan perdebatan. Dalam artikel ini, kita akan menggali arti kata literally, bagaimana penggunaannya dalam bahasa Inggris, serta bagaimana kata ini sering disalahgunakan atau dipakai secara tidak tepat. Wikipedia Bahasa Indonesia
Apa Itu Literally?
Kata literally berasal dari bahasa Inggris yang secara harfiah berarti “secara harfiah” atau “secara nyata.” Dalam kamus bahasa Inggris, arti kata ini adalah “in a literal manner or sense; exactly,” yang jika diterjemahkan berarti “dengan cara atau makna yang sebenarnya; tepat.” Jadi, secara dasar, literally digunakan untuk menegaskan bahwa sesuatu yang kita bicarakan benar-benar terjadi atau benar-benar seperti itu, tanpa berlebihan atau kiasan.
Contoh penggunaan literally dalam kalimat:
“I literally ran five kilometers this morning.”
Artinya, saya benar-benar berlari sejauh lima kilometer pagi ini, bukan hanya merasa seperti berlari sejauh itu.
Perbedaan Literally dan Figuratively
Dalam bahasa Inggris, ada dua kata yang sering berlawanan maknanya: literally dan figuratively. Sementara literally berarti “secara nyata” atau “benar-benar terjadi,” figuratively berarti “secara kiasan” atau “tidak literal.”
Misalnya kalimat:
- Literally: “She literally jumped out of her chair.”
- Figuratively: “She jumped out of her chair with excitement.”
Pada kalimat pertama, perempuan itu benar-benar meloncat dari kursinya. Pada kalimat kedua, artinya dia sangat bersemangat, tapi tidak benar-benar meloncat.
Mengapa Literally Sering Disalahgunakan?
Dalam percakapan sehari-hari, terutama di media sosial, banyak orang menggunakan literally untuk mengekspresikan sesuatu secara berlebihan. Misalnya, mereka mengatakan, “I literally died laughing” (Aku benar-benar mati tertawa), walaupun tentu saja tidak benar-benar mati. Penggunaan ini adalah salah kaprah, bahkan telah menjadi tren bahasa yang dikenal sebagai hyperbole — suatu bentuk gaya bahasa yang berlebihan demi efek dramatis atau humor.
Contoh lain:
“That movie was literally the best thing ever!”
Ini artinya orang tersebut sangat menyukai film itu, tapi tidak secara nyata film tersebut adalah “hal terbaik yang pernah ada.”
Kebiasaan ini membuat arti asli literally menjadi kabur dan membingungkan bagi pembelajar bahasa maupun penutur asli.
Literally dalam Konteks Parenting dan Pendidikan Anak
Bagi orang tua atau pengajar bahasa, pemahaman tentang kata literally menjadi penting. Ketika mengajarkan anak bahasa Inggris, pastikan mereka mengerti perbedaan antara makna literal dan kiasan. Ini akan membantu anak memahami konteks dan arti sebenarnya dalam komunikasi sehari-hari.
Misalnya, jika anak Anda berkata, “I literally ate a mountain of food,” Anda bisa menjelaskan bahwa itu hanya cara berbicara berlebihan untuk mengatakan dia makan sangat banyak, bukan benar-benar makan gunung. Keterampilan ini akan meningkatkan kemampuan bahasa dan kesadaran kritis anak dalam membaca serta mendengarkan. 12 November Zodiak Apa? Mengenal Karakteristik dan
Tips Menggunakan Literally yang Tepat
Untuk menghindari penggunaan literally secara salah, berikut beberapa tips yang bisa diaplikasikan:
- Gunakan literally hanya untuk kejadian yang benar-benar terjadi atau bisa dibuktikan. Misalnya, “The glass literally broke into pieces.”
- Hindari menggunakan literally untuk menunjuk perasaan atau ekspresi tidak nyata. Misalnya, jangan mengatakan, “I literally died,” jika maksudnya hanya tertawa keras.
- Ajarkan anak atau peserta didik Anda tentang perbedaan literally dan figuratively untuk menghindari kebingungan dalam komunikasi.
- Baca dan perhatikan konteks penggunaan literally ketika Anda menemukannya di buku, artikel, atau media sosial.
Contoh Kalimat Menggunakan Literally
Berikut beberapa contoh kalimat yang menggunakan literally dengan benar dan salah untuk memperjelas:
Penggunaan benar:
- “I literally saw a shooting star last night.” (Saya benar-benar melihat bintang jatuh tadi malam.)
- “He literally finished the entire pizza by himself.” (Dia benar-benar menghabiskan seluruh pizza sendirian.)
Penggunaan salah (berlebihan):
- “I literally died when I saw that.” (Salah, karena tidak benar-benar meninggal.)
- “She literally exploded with anger.” (Salah, ini kiasan.)
Kesimpulan
Kata literally adalah kata yang sangat berguna dalam bahasa Inggris untuk mempertegas bahwa sesuatu benar-benar terjadi atau sesuai dengan apa yang dikatakan. Namun, karena penggunaannya yang sering disalahartikan dan dilebih-lebihkan, penting bagi kita untuk memahaminya dengan baik, terutama dalam pengajaran bahasa dan komunikasi sehari-hari.
Bagi para orang tua, guru, dan siapa pun yang ingin meningkatkan kualitas bahasa anak atau peserta didiknya, memahami arti literally dan penggunaannya secara tepat membantu membangun kemampuan bahasa yang akurat dan kritis.
FAQ Seputar Literally
Apa perbedaan literally dan figuratively?
Literally berarti sesuatu yang benar-benar terjadi secara nyata, sedangkan figuratively berarti sesuatu yang diungkapkan secara kiasan atau tidak harfiah.
Apakah boleh menggunakan literally untuk ekspresi berlebihan?
Secara tata bahasa, tidak dianjurkan. Namun, dalam bahasa sehari-hari dan media sosial, penggunaan secara berlebihan sudah menjadi tren meski kurang tepat secara arti.
Bagaimana cara mengajarkan arti literally kepada anak?
Jelaskan perbedaan antara arti literal dan kiasan dengan contoh sederhana, dan tunjukkan kapan kata literally digunakan dengan benar.
Apakah kata literally hanya digunakan dalam bahasa Inggris?
Ya, literally adalah kata bahasa Inggris. Namun, dalam percakapan campuran atau bahasa gaul Indonesia, kata ini sering dipakai untuk menambah penekanan meskipun tidak secara harfiah. Film Bioskop Terbaru 2024 XXI: Sajian Hiburan Terbaik untuk
Bisakah literally digunakan dalam tulisan formal?
Bisa digunakan, tetapi harus sesuai konteks dan makna asli, yaitu untuk menegaskan sesuatu yang benar-benar terjadi.